Kamis, 01 September 2011

MAKALAH BIOLOGI (Keanekaragaman Makhluk Hidup)


DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I    PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
1.2     Tujuan Penulisan
1.3     Manfaat Penulisan

BAB II   PEMBAHASAN
2.1 Keanekaragaman Bentuk Kehidupan
2.2 Karakteristik Makhluk hidup
2.3 Tingkatan Organisasi Kehidupan
2.4 Klasifikasi
2.5 Sistem Klasifikasi
2.6 Tatanama Binner
2.7 Klasifikasi  Tumbuhan
2.8 Klasifikasi Hewan


BAB III  PENUTUP
Daftar Pustaka









BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Makhluk hidup dari spesies yang sama memiliki ciri yang sama. Misalnya, ayam di Indonesia dengan ayam di negara lain memiliki ciri yang sama. Sebaliknya, ciri suatu spesies berbeda dengan spesies lainnya. Jadi, di dalam spesies yang sama terdapat keseragaman ciri makhluk hidup, sedangkan antar spesies yang berbeda terdapat keanekaragaman.
Diberbagai lingkungan juga dapat kita jumpai keanekaragaman makhluk hidup. Keanekaragaman itu meliputi variasi bentuk ukuran, warna dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup. Setiap lingkungan memiliki keanekaragamannya masing-masing.


1.2  Tujuan Penulisan
·         Memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Biologi Umum.

1.3  Manfaat Penulisan
·         Agar materi ini bisa dipahami/ dimengerti oleh Mahasiswa.































BAB II
PEMBAHASAN

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP
(BIODIVERSITAS)

2.1 Keanekaragaman Bentuk Kehidupan
Keanekaragaman makhluk hidup tumbuh dan berkembang dari keanekaragaman jenis, keanekaragaman genetis dan keanekaragaman ekosistem. Karena ketiga  keanekaragaman ini saling kait-mengkait dan tidak terpisahkan, maka dipandang sebagai satu keseluruhan (totalitas) yaitu keanekaragaman makhluk hidup.
Keanekaragaman makhluk hidup menunjukkan adanya berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkat gen, tingkat jenis dan tingkat ekosistem.

a. Keanekaragaman jenis
Manusia dalam mengenal adanya keanekaragaman makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dapat diamati dan juga mungkin tingkah laku, penampilannya, makanannya dan cara perkembangbiakannya, habitatnya serta  interaksinya dengan makhluk lain.
Pada tumbuhan yang dapat diamati misalnya tempat tumbuhnya, batangnya, daunnya, bunganya, serangga yang mengunjunginya serta burung yang bersarang di dalamnya.

b. Keanekaragaman genetis/gen/genetika
Setiap populasi mempunyai sifat genetik tertentu. Individu-individu sejenis ini mempunyai kerangka dasar komponen genetis yang sama (kromosomnya sama tetapi memiliki komponen faktor keturunan yang berbeda).
Misal :     rasa manis dan asam pada mangga
                warna kuning, merah dan putih pada biji jagung
Keanekaragaman gen menentukan keanekaragaman jenis individu, meski jenisnya sama tetapi memiliki gen yang tidak sama bila dibandingkan dengan individu lain dalam kelompok tersebut.

c. Keanekaragaman ekosistem
Ekosistem merupakan satu kesatuan lingkungan yang melibatkan faktor biotik (makhluk hidup) dan faktor abiotik (mineral, udara, air, tanah dll.) yang  berinteraksi satu sama lain. Indonesia memiliki makhluk hidup yang bervariasi, sehingga ekosistem yang terbentuk juga beragam.
Misal :
- ekosistem bahari
- ekosistem hutan bakau
- ekosistem hutan rawa air tawar
- ekosistem danau
- ekosistem pertanian.



2.2 Karakteristik Makhluk hidup
            Makhluk hidup memiliki karakteristik umum:
·         Organisasi. Makhluk hidup menunjukkan tingkat organisasi yang besar, organisme multiseluler dapat dibagi menjadi sel-sel dan sel-sel dibagi menjadi organela-organela selanjutnya organela dibagi menjadi molekul-molekul.
Homeostatis. Homeostasis adalah keadaan pemeliharaan lingkungan internal dalam keadaan tetap (dinamik) yaitu suhu, pH, konsentrasi air dan sebagainya. Kebanyakan metabolisme energi tubuh bertujuan menjaga batas homeostatis. Jika kita sakit dalam waktu yang lama, peningkatan suhu akan merusak organ dan merusak fungsi fisiologis tubuh. Homeostatis dijaga agar fungsi-fungsi fisiologis dan metabolisme dapat berjalan dengan baik.
·         Adaptasi. Makhluk hidup berusaha untuk dapat bertahan hidup. Charles Darwin dalam teori evolusinya menyatakan makhluk hidup berupaya untuk beradaptasi dengan lingkungannya untuk tetap hidup.
·         Reproduksi dan Hereditas. Semua sel berasal dari sel-sel sebelumnya. Adanya sel-sel baru dengan cara reproduksi. Reproduksi dapat dibagi menjadi dua yaitu aseksual (tanpa rekombinasi materi genetik) dan seksual (terjadi rekombinasi materi genetik).
·         Pertumbuhan dan Perkembangan. Sejak sel tunggal bertumbuh, ketika sel terbentuk melalui pembelahan, sel-sel itu berukuran kecil dan akan bertumbuh dan berkembang mencapai tahap kematangan sel. Organisasi multiseluler melewati proses yang rumit mencakup proses diferensiasi dan organogenesis (karena memiliki banyak sel yang berkembang).
·         Perolehan energi dan pelepasan. Sumber energi untuk tetap bertahan hidup adalah memperoleh energi (melalui cahaya matahari, komponen inorganik atau organisme lain) dan melepaskan energi yang didapat untuk proses pembentukan ATP (adenosine triphosphate) sebagai energi untuk aktivitas seluler.
·         Deteksi dan Respons. Untuk menimbulkan stimulus (eksternal dan internal).
·         Interaksi. Makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya sebaik mungkin. Organisme mendapatkan materi dan energi dari lingkungan atau dari organisme lain. Terdapat banyak tipe-tipe simbiosis (interaksi organisme dengan organisme lain).


2.3 Tingkatan Organisasi Kehidupan
Ø  Biosfer adalah keseluruhan makhluk hidup dan lingkungannya.
Ø  Ekosistem adalah interaksi antara kelompok kecil organisme satu dengan lainnya dan dengan lingkungan hidupnya.
Ø  Komunitas adalah hubungan antara kelompok species yang berbeda.
Ø  Populasi adalah kelompok individu sejenis yang ada pada area geografis terbatas.
Ø  Species adalah kelompok individu sejenis yang dapat melakukan perkawinan secara fertil.
Ø  Individu adalah satu atau lebih sel ditandai oleh susunan DNA yang spesifik.
Ø  Sistem organ ada pada organisme multiseluler. Kelompok sel, jaringan dan organ yang bekerja pada fungsi yang spesifik.
Ø  Organ (pada organisme multiseluler). Kelompok sel-sel atau jaringan yang membentuk satu fungsi bagi tubuh.
Ø  Jaringan (pada organisme multiseluler). Kelompok sel yang menunjukkan fungsi spesifik.
Ø  Sel adalah unit dasar semua makhluk hidup. Setiap sel memiliki materi genetik (DNA dan RNA), membutuhkan energi kimia dan sebagainya.
Ø  Organela adalah subunit dari sel. Organela memiliki fungsi spesifik dalam sel sebagai suatu sistem.
Ø  Molekul, atom dan partikel subatomik merupakan tingkat dasar fungsional dalam biokimia.


2.4 Klasifikasi
Ilmuwan mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan banyaknya persamaan dan perbedaan, baik morfologi, fisiologi maupun anatominya. Makin banyak persamaan di antara makhluk hidup makin dekat kekerabatannya, makin sedikit persamaan makhlik hidup dikatakan makin jauh kekerabatannya.
Dalam tatanama makhluk hidup telah disepakati penggunaan sederet takson yang disusun dari yang beranggota besar (sedikit persamaan ciri) ke yang beranggotakan kecil (banyak persamaan ciri). Untuk setiap katagori atau tingkat takson diberi nama tertentu, yaitu :
- dunia                     : regnum/ kingdom/ kerajaan
- devisi/ filum          : devisio/ phyllum
- kelas                      : classis
- bangsa                   : ordo
- suku/ famili           : famillia
- marga                    : genus
- jenis                      : species

Para ahli dulu membagi makhluk hidup menjadi 2 dunia, yaitu  dunia tumbuhan dan dunia hewan. Sekarang ilmuwan membagi makhluk hidup menjadi 5 dunia, yaitu dunia monera, protista, fungi, plantae (tumbuhan) dan animalia.
Ad.1.   Monera
Organisme bersel satu dan bersifat prokaryotik (tidak berselaput inti).
Contoh : bacteri dan algae biru
ad.2.   Protista
Organisme bersel satu yang bersifat eukaryotik (sudah berselaput inti).
Contoh : protozoa, algae, jamur yang bersel satu
ad.3.   Fungi (jamur)
Organisme yang tubuhnya terbentuk dari benang-benang hifa.
Contoh : mycota dan eumycota
ad.4.   Plantae (tumbuhan)
Merupakan organisme multiselluler dan bersifat eukaryotik, dinding sel terbuat dari selulosa, mempunyai kloroplas.
Contoh :        - Algae (ganggang)
                             - Bryophyta (lumut)
                             - Pteridophyta (tumbuhan paku)
                             - Spermatophyta (tumbuhan biji)       
          
ad.5.   Animalia (hewan)
Merupakan organisme multiseluler dan bersifat heterotop dan dapat bergerak/ berpindah tempat.
Contoh :  Jellyfish, katak, simpanse



2.5 Sistem Klasifikasi
Terdiri dari :
a.       Sistem artifisial (buatan)  
Dasar klasifikasi yang menggunakan sifaf-sifat morfologi terutama alat reproduksi, habitat atau perawakan.
Misal : tanaman pohon, perdu, herba, semak, gulma atau liana.
b.     Sistem alam
Dasar klasifikasi yang digunakan adalah banyak sedikitnya persamaan, terutama persamaan sifat morfologi.
Misal :
sapi, buaya, gajah, kuda termasuk hewan berkaki empat
padi, gandum, jewawut termasuk tumbuhan berbulir
c.     Sistem filogenetik
Dasar klasifikasi yang digunakan adalah urutan perkembangan serta jauh dekatnya kekerabatan antar takson, selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi dan anatominya.


2.6 Tatanama Binner
Tatanama binner/ dwi tatanama/ binomial  nomenklatur  adalah  pemberian nama makhluk hidup dengan menggunakan dua kata yang dilatinkan yang dipelopori oleh Carolus Linnaeus (1707 -1778).
Cara-caranya :
1. Untuk nama species (jenis) :
- nama species terdiri dari dua kata tunggal yang dilatinkan.
     - kata depan menunjukkan nama marga, kata belakang menunjukkan nama spesies.
- nama marga mulai ditulis dengan huruf besar, sedang nama species dimulai dengan huruf kecil.
     - nama marga dan jenis digarisbawahi secara terputus atau dicetak miring.
        contoh :   Rhinoceros sondaicus (badak jawa)
                        Havea brasikensis  (karet)
                        Elephas indicus (gajah)
                        Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu)
                        Felis maniculata-domestika (kucing jinak)
2.   Untuk nama famili (suku) :
Nama suku diambil dari nama marga yang bersangkutan.
- Untuk tumbuhan :
  nama marga + akhiran aceae
  contoh :- Solamum lycopersicum (tomat)
                 Solanum + aceae à   fam: Solanaceae
               - Marchantia polymorpha (lumut hati)
                 Marchantia + aceae à fam: Marchantiaceae
- Untuk hewan :
  nama marga + akhiran idae
  contoh : - Felis tigris (harimau india)
                  Felis + idae à fam: Felidae (kucing)
                - Columba livea (merpati)
                  Columba + idae à fam: Columbidae
3.      Untuk nama ordo (bangsa) :
Nama ordo umumnya diambil dari nama marga yang bersangkutan.
- Untuk tumbuhan :
  nama marga + akhiran ales
  contoh : - Sphagnum fimbriatum (lumut gambut)
                          Sphagnum + ales  à ordo: Sphagnales
- Untuk hewan :
nama marga + akhiran iformis
  contoh : - Columba livea (merpati)
                           Columba + iformis à ordo: Columbiiformis  

2.7 Klasifikasi  Tumbuhan
a). Devisi Algae (ganggang)
Uniseluller  atau multiseluller, hidup berkoloni, tubuh berupa lembaran (filamen).
Algae terdiri dari 4 kelas :
- Rhodophyta (alga merah)
- Phaeophyta (alga perang / coklat)
- Chlorophyta (algae hijau)
- Chrysophyta (algae keemasan)
b). Devisi Bryophyta (lumut)
Terdiri dari 2 kelas :
- Hepaticae (lumut hati)
berklorofil, daun sederhana, batang sederhana, belum ber-akar yang sebenarnya (rhizoid)    atau belum dapat dibedakan akar batang dan daun.
Contoh :           Marchantia polymorpha
                           Marchantia geminata
                           Reobulia hemispherica
- Musci (lumut daun)
jelas batang dan daun tetapi akar belum sempurna (rhizoid).
Contoh :           Spagnum fimbriatum
                           Pogonatum cirrhatum
c). Devisi Pteridophyta (tumbuhan paku)
sudah dapat dibedakan akar, batang, daun serta sudah memiliki sistem pembuluh.
Terdiri dari 4 kelas :
1.      Psiophytinae  
    contoh :          Psilotum nodum
2.      Equisetinae (paku ekor kuda)
    contoh :          Equisetum debile (paku ekor kuda)
3.      Lycopodinae (paku kawat)
    contoh :          Lycopodium clavatum
                           Lycopodium cernuum
                           Selaginella willdonovii
4. Filicinae (paku sejati)
  contoh :         Gleichenia linearis (paku resam)
                           Asplenium nidus (paku sarang burung)
                           Adiatum cuneatum (suplir)
                           Platycerium bifurcatum (p. tanduk rusa)
                                Marsilea crenata (semanggi)
 d.)   Devisi Spermatophyta (tumbuhan biji)
Terdapat adanya bunga, menghasilkan biji sebagai sebagai alat perkembangbiakan, alat kelamin jantan dan betina terpisah.
Terdiri dari 2 sub devisi :
1.      Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka)
Berakar tunggang, akar batang berkambium, terjadi pembuah-an tunggal.
Terdiri dari 4 kelas :
- Pteridospermae (paku biji), sudah punah
- Cycadinae
   contoh :     Cycas rumphii (pakis haji)
- Coniferae
   contoh :     Agathis alba (damar)
                     Pinus merkusi (pinus/tusam)
                     Casuarina sp (Cemara)
- Gnetinae
   contoh :     Gnetum gnemon (melinjo)
2.    Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)
Memiliki bunga yang  sesungguhnya,  bakal biji tidak terlihat karena  terlindung dalam bakal buah atau putik, terjadi pembuahan ganda.
Terdiri dari 2 kelas :
-    Dicotylae (berkeping dua) :
Berbiji tertutup, berakar tunggang, bercabang banyak, daun pada batang tersebar, tulang daun menyirip atau menjari, berkambium, bagian bunga berjumlah 2,4,5 atau kelipatannya.
     Contoh :
                   - Manihot utilisima ( ketela pohon)
                   - Fiscus benyamina (beringin)
                   - Vigna sinensis (kacang panjang)
                   - Arachis hypogeae (kacang tanah)
                   - Tamarandus indica (asem)
                   - Tectona grandis (jati)
                   - Citrus nobilis (jeruk keprok)
                   - Artocarpus integra (nangka)
                   - Gossypium herbaceum (kapas)
                   - Eugenia malacensis (jambu bol/mete)
                   - Psidium guajava (jambu biji)
                   - Solanum tuberosum (kentang)
-    Monocotylae ( berkeping satu) :
berakar serabut, ruas batang nyata, tulang daun sejajar atau melengkung, tidak berkambium, bagian bunga 3 atau kelipatnnya.
Contoh :
Oryza sativa (padi)
Curcuma domestica (kunyit)
Musa paradisiaca (pisang)
Cocos nucifera (kelapa)
Zea mays (jagung)
Zingiber officinale (jahe)
Alpinia galanga (laos)
Colocasia esculenta (tales)
Triticum sativum (gandum)
Saccharum offinarum (tebu)
Allium cepa (bawang merah)

Contoh :
·         Klasifikasi Pisang (Musa paradisiaca)
   Dunia              : Plantae
   Devisi             : Spermatophyta
   Sub.devisi       : Angiospermae
   Kelas               : Monocotylae
   Bangsa            : Musales
   Suku                : Musaceae
   Marga             : Musa
   Jenis                : Musa paradisiaca

·         Klasifikasi Waru (Hibiscus tiliaceus)
   Dunia              : Plantae
   Devisi             : Spermatophyta
   Sub.devisi       : Angiospermae
   Kelas               : Dicotylae
   Bangsa            : Malvales
   Suku                : Malvaceae
   Marga             : Hibiscus
   Jenis                : Hibiscus tiliaceus
·         Klasifikasi Kapuk randu (Ceiba petandra)
   Devisio           : Spermatophyta
   Sub.devisio     : Angiospermae
   Classis            : Dicotylae
   Ordo               : Malvales
   Famillia           : Bombaceae
   Genus             : Ceiba
   Species            : Ceiba petandra
·         Klasifikasi Padi (Oryza sativa)
   Devisio           : Spermatophyta
   Sub.devisio     : Angiospermae
   Classis            : Monocotylae
   Ordo               : Poales (Glumiflorae)
   Famillia           : Poaceae
   Genus             : Oryza
   Species            : Oryza sativa   






2.8 Klasifikasi Hewan
Terdiri dari 10 filum :
- Filum Protozoa (hewan pertama)
- Filum Porifera (hewan berpori)
- Filum Coelenterata (hewan berongga)
- Filum Platyhelminthes (cacing pipih)
- Filum Nemathelminthes (cacing gilig)
- Filum Annelida (cacing cincin/ gelang)
- Filum Mollusca ( hewan bertubuh lunak)
- Filum Arthropoda (hewan berbuku-buku)
- Filum Echinodermata (hewan berkulit duri)
- Filum Chordata (hewan yang memiliki tali sumbu tubuh)
   Chordata terdiri dari 2 sub filum :
§  Protochordata (hewan yang memiliki notochordata)
            contoh : Amfioxus
§  Vertebrata (hewan yang bertulang belakang)
Terdiri dari 5 kelas :
  - Pisces
  - Amphibia
  - Reptilia
  - Aves
  - Mamalia

Contoh :
·         Klasifikasi Manusia (Homo sapiens)
   Dunia              : Animalia
   Filum              : Chordata
   Sub.Filum       : Vertebrata
   Kelas               : Mamalia
   Bangsa            : Primata
   Suku                : Hominidae
   Marga              : Homo
   Jenis                : Homo sapiens
·         Klasifikasi Harimau india (Felis tigris)
   Regnum           : Animalia
   Phyllum          : Chordata
   Sub.Phyllum   : Vertebrata
   Classis            : Mamalia
   Ordo               : Carnivora
   Famillia           : Felidae
   Genus             : Felis
   Species            : Felis tigris





BAB III
PENUTUP



Akhir kata “tiada gading yang tak retak”, demikian pula dengan makalah ini, masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan untuk kesempurnaan makalah ini.







































DAFTAR PUSTAKA

v  R. A. Repi, J. Ngangi, Y. S. Mokosuli. 2008. BIOLOGI, Jilid 1, Depdiknas UNIMA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar